Sudahkan Anda Menguasai SCBA?

Sudahkan Anda Menguasai SCBA?

Asap tebal dan gas berbahaya menjadi ancaman serius bagi petugas pemadam kebakaran saat menangani keadaan darurat. Dalam kondisi tersebut, petugas tidak hanya menghadapi risiko api, tetapi juga bahaya kekurangan oksigen dan paparan zat beracun. Oleh karena itu, petugas perlu memahami cara menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dengan benar. Melalui pelatihan Damkar Kelas C, peserta mempelajari pemeriksaan, pemasangan, dan pengoperasian SCBA untuk mendukung keselamatan saat menjalankan tugas.

Apa Itu SCBA dan Mengapa Penting bagi Petugas Damkar?

SCBA adalah alat bantu pernapasan mandiri yang menyediakan udara dari tabung bertekanan. Alat ini memungkinkan pengguna bernapas tanpa bergantung pada udara di lingkungan sekitarnya selama persediaan udara masih mencukupi.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan SCBA ketika memasuki area yang memiliki atmosfer berbahaya, seperti ruangan yang dipenuhi asap, lokasi dengan konsentrasi gas beracun, atau area dengan kadar oksigen yang tidak memadai.

Namun, petugas tidak cukup hanya mengenakan SCBA. Mereka juga harus memahami cara memeriksa kondisi alat, memasang perangkat dengan tepat, memantau persediaan udara, serta mengenali kondisi yang mengharuskan mereka meninggalkan area berbahaya.

Bahaya Asap Tebal dan Gas Berbahaya di Tempat Kerja

Kebakaran di gedung, pabrik, gudang, maupun fasilitas industri dapat menghasilkan asap dan gas yang membahayakan kesehatan. Paparan tersebut dapat mengganggu pernapasan, mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, bahan menyebabkan kehilangan kesadaran.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai.

1. Kekurangan Oksigen

Api dapat mengonsumsi oksigen di lingkungan sekitar. Selain itu, proses pembakaran dan kondisi ruang tertutup dapat menyebabkan kadar oksigen turun hingga tingkat yang membahayakan jiwa. Dalam situasi ini, petugas membutuhkan perlindungan pernapasan yang sesuai dengan kondisi atmosfer.

2. Paparan Gas Beracun

Kebakaran dapat menghasilkan karbon monoksida dan berbagai zat berbahaya lainnya, bergantung pada material yang terbakar. Karbon monoksida, misalnya, dapat menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Petugas tidak boleh mengandalkan indra penciuman untuk menentukan apakah udara aman. Sebagian gas berbahaya tidak memiliki bau yang dapat diandalkan sebagai tanda peringatan.

3. Gangguan Penglihatan dan Orientasi

Asap tebal dapat membatasi jarak pandang dan menyulitkan petugas menemukan jalur keluar. Kondisi ini meningkatkan risiko tersesat, terjatuh, atau terjebak di dalam bangunan.

Karena itu, petugas perlu menguasai prosedur komunikasi, bekerja sesuai sistem keselamatan tim, dan mengetahui jalur evakuasi sebelum memasuki area berbahaya.

Pemeriksaan SCBA Sebelum Digunakan

Sebelum memasuki area berbahaya, petugas harus memeriksa SCBA untuk memastikan perangkat berfungsi sesuai petunjuk produsen dan prosedur operasional yang berlaku.

  • Tabung udara: Periksa tekanan udara, kondisi fisik tabung, dan masa berlaku pemerksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Masker atau facepiece: Pastikan masker bersih, tidak rusak, dan memiliki komponen yang lengkap.
  • Regulator dan selang: Periksa kondisi sambungan, selang, serta fungsi regulator sesuai prosedur pemeriksaan.
  • Alarm peringatan: Pastikan sistem peringatan tekanan udara rendah berfungsi sesuai petunjuk produsen.
  • Harness dan pengikat: Periksa tali, gesper, serta rangka penyangga agar perangkat dapat terpasang dengan aman.

Petugas juga perlu memastikan bahwa SCBA sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan telah melalui pemeriksaan yang dipersyaratkan. Jika menemukan kerusakan atau fungsi yang tidak normal, petugas harus menghentikan penggunaan dan melaporkannya kepada personel yang berwenang.

Cara Memasang SCBA dengan Benar

Pemasangan SCBA memerlukan ketelitian karena kesalahan pemasangan dapat mengganggu fungsi alat saat petugas bekerja. Peserta pelatihan Damkar Kelas C perlu memahami urutan pemasangan sesuai jenis perangkat dan instruksi produsen.

Secara umum, proses pemasangan meliputi:

  1. Memeriksa kelengkapan dan kondisi SCBA sebelum mengenakannya.
  2. Memasang perangkat pada punggung dan menyesuaikan harness agar stabil serta nyaman.
  3. Menhubungkan dan memeriksa komponen sesuai petunjuk produsen.
  4. Mengenakan masker dengan benar, kemudian melakukan pemeriksaan kekedapan sesuai prosedur.
  5. Memastikan suplai udara, regulator, dan sistem alarm bekerja sebagaimana mestinya.
  6. Melakukan pemeriksaan silang oleh rekan satu tim sebelum memasuki area berbahaya.

Petugas harus mengikuti prosedur khusus untuk model SCBA yang digunakan. Mereka juga perlu memastikan masker sesuai dengan bentuk wajah dan tidak terganggu oleh rambut wajah atau kondisi lain yang dapat merusak kekedapan.

Pengoperasian SCBA Saat Menghadapi Keadaan Darurat

Setelah memastikan perangkat berfungsi dengan baik, petugas harus tetap memantau kondisi SCBA selama bertugas. Persediaan udara dalam tabung terbatas sehingga petugas perlu memperhitungkan waktu masuk, waktu bekerja, dan kebutuhan udara untuk kembali ke tempat aman.

Berikut beberapa hal penting dalam pengoperasian SCBA.

1. Pantau tekanan udara secara berkala

Petugas perlu memantau indikator tekanan dan memahami sistem alarm pada perangkat. Jangan menunggu hingga udara hampir habis untuk merencakan evakuasi.

2. Jaga Komunikasi dengan tim

Petugas harus menjaga komunikasi dengan anggota tim dan mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan. Sistem berpasangan dan pemantauan dari tim pendukung membantu meningkatkan keselamatan operasi.

3. Kenali tanda bahaya

Alarm tekanan udara rendah, gangguan suplai udara, masker yang tidak lagi kedap, atau kondisi fisik yang memburuk harus ditanggapi sesuai prosedur darurat. Petugas perlu segera menjalankan tindakan yang ditetapkan, termasuk keluar menuju area aman jika diperlukan.

4. Ketahui batas kemampuan alat

SCBA tidak membuat petugas kebal terhadap seluruh bahaya di lokasi kebakaran. Alat ini terutama memberikan perlindungan pernapasan. Petugas tetap memerlukan pakaian pelindung yang sesuai, pengendalian risiko panas, prosedur masuk area berbahaya, serta dukungan tim penyelamat.

5. Lakukan prosedur setelah penggunaan

Setelah menyelesaikan tugas, petugas perlu melepas perangkat sesuai prosedur, memeriksa kondisi alat, membersihkan dan merawat komponen sesuai petunjuk produsen, serta melaporkan kerusakan atau gangguan yang ditemukan.

Tingkatkan Kompetensi K3 Bersama PT Safe Tra Indoensia

Menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dengan keberanian. Petugas memerlukan pengetahuan, keterampilan, peralatan yang sesuai, dan disiplin dalam menjalankan prosedur keselamatan.

PT Safe Tra Indonesia menyediakan layanan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi personel sesuai kebutuhan operasionalnya. Pelatihan Damkar Kelas C dapat menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan personel dalam pemeriksaan, pemasangan, dan pengoperasian SCBA.

Dengan pelatihan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi keadaan darurat sekaligus memperkuat penerapan budaya K3 di tempat kerja.

📞 Konsultasi & Pendaftaran Pelatihan | Biaya Pelatihan Regu Penanggulangan Kebakaran Kelas C Sertifikasi Kemnaker RI

Ingin mengetahui biaya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?
Hubungi tim PT Safe Tra Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, jadwal pelatihan, dan juga konsultasi GRATIS.

👉 Daftarkan perusahaan Anda hari ini dan ciptakan lingkungan kerja yang lebih aman!

Pendaftaran Personal 👉  Situasi Darurat Bikin Panik? Ini Pentingnya Defensive Driving Training bagi Sopir Ambulans!

Pendaftaran Perusahaan 👉  Situasi Darurat Bikin Panik? Ini Pentingnya Defensive Driving Training bagi Sopir Ambulans!

Informasi Jadwal Pelatihan 👉 Situasi Darurat Bikin Panik? Ini Pentingnya Defensive Driving Training bagi Sopir Ambulans!


INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :

Contact person

(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)

0818-8532-4943 (Marketing)

0813-8425-3270 (Alternatif)

Sosial Media ⇓

Website     : www.safetra.co.id

Youtube     : Safetra Indonesia

Instagram : PT Safetra Indonesia

Facebook  : PT Safetra Indonesia

Tiktok        : Safetra Indonesia

Twitter      : Media.Safetra


Safetra Training Center, Bintaro Sektor 9

Jalan Elang VIII Terusan No 11 Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan

INGAT SAFETY? INGAT SAFE TRA!

Leave a Comment