Kebakaran gedung dapat mengancam keselamatan banyak orang dalam waktu singkat. Karena itu, setiap perusahaan perlu memastikan sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, dan prosedur tanggap darurat berfungsi dengan baik. Fire Safety Manager (FSM) memiliki peran penting dalam membantu pengelola gedung mengidentifikasi risiko, mengevaluasi kesiapan keselamatan, dan meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat.

Peristiwa kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025 menjadi pengingat serius bagi perusahaan tentang pentingnya manajemen keselamatan kebakaran. Kebakaran tersebut menewaskan 22 orang. Dalam penyelidikan yang diberitakan pada 12 Desember 2025, kepolisian mengungkap sejumlah kekurangan keselamatan, termasuk tidak adanya sistem deteksi kebakaran, sistem proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi yang memadai. Sumber: detikNews.

Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya menyediakan tempat kerja dan menjalankan kegiatan operasional. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa seluruh penghuni gedung memiliki perlindungan yang memadai ketika kebakaran terjadi.

Lantas, bagaimana Fire Safety Manager membantu perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Fire Safety Manager?

Fire Safety Manager adalah personel yang menjalankan fungsi manajemen keselamatan kebakaran di lingkungan gedung atau fasilitas kerja. Peran ini mencakup identifikasi bahaya kebakaran, pemantauan sistem proteksi, penyusunan prosedur darurat, serta koordinasi kesiapsiagaan penghuni gedung.

Seorang Fire Safety Manager tidak hanya berfokus pada penanganan api ketika kebakaran terjadi. Sebaliknya, personel ini juga perlu mendorong langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat dikenali dan dikendalikan sejak awal.

Dalam praktiknya, Fire Safety Manager dapat membantu pengelola gedung memastikan bahwa:

  • Peralatan proteksi kebakaran tersedia dan siap digunakan.
  • Jalur evakuasi serta pintu darurat dapat diakses dengan aman.
  • Penghuni gedung memahami prosedur evakuasi.
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan sistem proteksi berjalan sesuai rencana.
  • Simulasi kebakaran berlangsung secara berkala.
  • Tim tanggap darurat memahami tugas dan tanggung jawabnya.

Dengan pengelolaan yang terencana, perusahaan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko yang muncul akibat kebakaran.

Pelajaran dari Kebakaran Gedung Terra Drone

Kebakaran gedung Terra Drone menjadi perhatian publik karena peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan pemberitaan mengenai hasil penyelidikan kepolisian, api diduga bermula dari baterai drone yang terbakar di area penyimpanan. Polisi juga mengungkap tidak adanya SOP penyimpanan baterai mudah terbakar serta sejumlah kekurangan fasilitas keselamatan gedung.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengelola risiko secara menyeluruh. Perusahaan harus memperhatikan sumber bahaya, kondisi bangunan, kesiapan peralatan, dan kemampuan karyawan menghadapi keadaan darurat.

Berikut tiga pelajaran penting yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.

1. Identifikasi Bahaya Kebakaran Sejak Awal

Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya yang berbeda. Gudang dapat menyimpan bahan mudah terbakar, area produksi dapat menggunakan peralatan bersuhu tinggi, sedangkan ruang perkantoran memiliki instalasi listrik dan perangkat elektronik.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi sumber bahaya sesuai karakteristik kegiatan operasionalnya. Fire Safety Manager dapat membantu proses ini dengan meninjau area kerja, mengevaluasi cara penyimpanan bahan berisiko, dan merekomendasikan tindakan pengendalian.

Selain itu, perusahaan perlu menetapkan SOP yang jelas untuk menangani bahan berbahaya. Karyawan juga harus memahami cara penyimpanan, penggunaan, dan penanganan material sesuai prosedur keselamatan.

Langkah tersebut membantu perusahaan mencegah kondisi berbahaya sebelum berkembang menjadi kebakaran.

2. Pastikan Sistem Proteksi Kebakaran Siap Digunakan

Keberadaan alat pemadam api saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan gedung. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa sistem deteksi, alarm, jalur evakuasi, dan sarana keselamatan lainnya sesuai kebutuhan serta kondisi bangunan.

Fire Safety Manager dapat membantu pengelola memantau kesiapan sistem proteksi kebakaran melalui pemeriksaan terencana dan koordinasi dengan personel teknis yang berwenang.

Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kondisi APAR, akses menuju pintu darurat, tanda petunjuk evakuasi, fungsi alarm, dan kesiapan sistem proteksi lainnya. Jika petugas menemukan kerusakan atau kekurangan, perusahaan perlu menindaklanjutinya sesuai tingkat risikonya.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memiliki fasilitas keselamatan, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut mendukung upaya perlindungan ketika keadaan darurat terjadi.

3. Siapkan Karyawan Menghadapi Keadaan Darurat

Ketika kebakaran terjadi, kepanikan dapat menghambat proses evakuasi. Karyawan yang tidak memahami jalur penyelamatan mungkin memilih arah yang salah atau terlambat meninggalkan area berbahaya.

Karena itu, perusahaan perlu memberikan edukasi keselamatan kebakaran dan menyelenggarakan simulasi evakuasi. Kegiatan ini membantu karyawan mengenali jalur keluar, titik kumpul, prosedur pelaporan, serta tindakan yang perlu mereka lakukan saat mendengar alarm.

Fire Safety Manager dapat berperan dalam mengoordinasikan kegiatan tersebut bersama pengelola gedung dan tim tanggap darurat. Setelah simulasi, tim perlu mengevaluasi hambatan yang muncul dan memperbaiki prosedur jika diperlukan.

Kesiapsiagaan yang baik membantu karyawan bertindak lebih terarah saat menghadapi keadaan darurat.

Apa Saja Tanggung Jawab Fire Safety Manager?

Tanggung jawab Fire Safety Manager berkaitan dengan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengelolaan keselamatan kebakaran. Ruang lingkupnya dapat menyesuaikan karakteristik gedung, tingkat risiko, serta ketentuan yang berlaku.

Berikut beberapa fungsi penting Fire Safety Manager dalam mendukung keselamatan gedung.

1. Mengelola Risiko Kebakaran

Fire Safety Manager membantu mengidentifikasi potensi sumber api, bahan mudah terbakar, kondisi instalasi, serta aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Hasil identifikasi menjadi dasar untuk menentukan tindakan pencegahan dan pengendalian.

2. Memantau Sistem Proteksi Kebakaran

Personel ini membantu memastikan pengelola memantau kondisi peralatan dan sistem proteksi kebakaran. Pemantauan meliputi jadwal pemeriksaan, pencatatan temuan, tindak lanjut kerusakan, dan koordinasi pemeliharaan dengan pihak yang kompeten.

3. Menyusun dan Mengevaluasi Prosedur Darurat

Prosedur darurat perlu menjelaskan cara melaporkan kebakaran, mengaktifkan sistem peringatan, melakukan evakuasi, dan menghubungi petugas terkait. Fire Safety Manager membantu mengevaluasi prosedur tersebut agar sesuai dengan kondisi gedung dan kebutuhan penghuninya.

4. Mengoordinasikan Simulasi Kebakaran

Simulasi kebakaran membantu perusahaan menguji kesiapan penghuni gedung dan tim tanggap darurat. Melalui kegiatan ini, pengelola dapat mengetahui apakah jalur evakuasi mudah diakses, instruksi dipahami, dan koordinasi berjalan efektif.

5. Meningkatkan Kesadaran Keselamatan

Fire Safety Manager juga membantu mendorong budaya keselamatan melalui sosialisasi, edukasi, dan evaluasi berkala. Dengan pemahaman yang baik, karyawan dapat mengenali bahaya dan melaporkan kondisi tidak aman sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Fire Safety Manager yang Kompeten?

Pengelolaan keselamatan kebakaran membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan dasar tentang penggunaan APAR. Perusahaan juga perlu memahami cara mengidentifikasi bahaya, menilai kesiapan sistem proteksi, mengelola prosedur darurat, dan mengoordinasikan respons saat terjadi kebakaran.

Fire Safety Manager yang kompeten dapat membantu perusahaan menjalankan fungsi tersebut secara lebih terarah. Namun, efektivitas pengelolaan tetap bergantung pada dukungan manajemen, ketersediaan fasilitas, keterlibatan karyawan, dan tindak lanjut atas hasil evaluasi.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa personel yang ditugaskan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Pelatihan yang relevan dapat membantu peserta memahami prinsip manajemen keselamatan kebakaran dan menerapkannya dalam lingkungan kerja.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan, pengelolaan yang baik membantu perusahaan meninjau kekurangan fasilitas, memperbaiki prosedur, dan membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Tingkatkan Kompetensi Fire Safety Manager Bersama Safe Tra

Kesiapan menghadapi kebakaran perlu menjadi bagian dari pengelolaan keselamatan di setiap gedung dan tempat kerja. Perusahaan perlu mengidentifikasi bahaya, memastikan kesiapan sistem proteksi, dan membekali personel dengan pengetahuan yang sesuai.

PT Safe Tra Indonesia menyediakan layanan pelatihan K3 untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi personel sesuai kebutuhan keselamatan kerja. Melalui program pelatihan yang relevan, perusahaan dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko di lingkungan kerja.

Jika perusahaan Anda membutuhkan informasi mengenai pelatihan Fire Safety Manager, konsultasikan kebutuhan pelatihan bersama tim Safe Tra Indonesia. Pastikan program yang dipilih sesuai dengan persyaratan, ruang lingkup pekerjaan, dan kebutuhan perusahaan.

Hubungi Safe Tra Indonesia untuk mendapatkan informasi jadwal, persyaratan peserta, dan penawaran pelatihan.

Kesimpulan

Kebakaran gedung Terra Drone menjadi pengingat bahwa kekurangan dalam pengelolaan risiko dan kesiapan keselamatan dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Karena itu, perusahaan perlu memberikan perhatian terhadap identifikasi bahaya, kesiapan sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, dan kompetensi personel.

Fire Safety Manager berperan dalam membantu pengelola gedung merencanakan, memantau, dan mengevaluasi upaya keselamatan kebakaran. Namun, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan dukungan manajemen, fasilitas yang memadai, serta keterlibatan seluruh penghuni gedung.

📞 Konsultasi & Pendaftaran Pelatihan | Biaya Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2

Ingin mengetahui biaya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?
Hubungi tim PT Safe Tra Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, jadwal pelatihan, dan juga konsultasi GRATIS.

👉 Daftarkan perusahaan Anda hari ini dan ciptakan lingkungan kerja yang lebih aman!

Pendaftaran Personal 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Pendaftaran Perusahaan 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Informasi Jadwal Pelatihan 👉 5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2


INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :

Contact person

(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)

0818-8532-4943 (Marketing)

0813-8425-3270 (Alternatif)

Sosial Media ⇓

Website     : www.safetra.co.id

Youtube     : Safetra Indonesia

Instagram : PT Safetra Indonesia

Facebook  : PT Safetra Indonesia

Tiktok        : Safetra Indonesia

Twitter      : Media.Safetra

Leave a Comment