SAFETRA – Kebakaran akibat gangguan pada mesin generator set (genset) kembali menjadi perhatian. Kali ini, kebakaran melanda Puskesmas Ballaparang di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 3 November 2026. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan korsleting pada genset yang beroperasi saat listrik padam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan genset sebagai sumber listrik cadangan tetap menyimpan risiko keselamatan. Tanpa pemeriksaan rutin, pemeliharaan yang tepat, serta pengoperasian sesuai prosedur, genset dapat memicu kebakaran dan membahayakan orang di sekitarnya.

Lantas, seberapa penting peran operator genset dalam mencegah kecelakaan kerja dan menjaga keselamatan lingkungan?

Kronologi Kebakaran Puskesmas Ballaparang di Makassar

Kebakaran terjadi di Puskesmas Ballaparang, Jalan Nikel III, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada Selasa siang (3/11/2026).

Berdasarkan keterangan Komandan Pleton 6 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Jamaluddin Nur, kejadian bermula ketika pasokan listrik utama mengalami pemadaman. Kondisi tersebut membuat genset otomatis menyala untuk memasok kebutuhan listrik di fasilitas kesehatan tersebut.

Namun, ketika pasokan listrik utama kembali normal, diduga terjadi gangguan kelistrikan yang memicu korsleting hingga menyebabkan kebakaran.

Api membakar unit genset dan berdampak pada ruang pemeriksaan ibu hamil serta persalinan. Petugas Damkarmat Makassar segera mengerahkan personel dan armada pemadam untuk menangani kejadian tersebut.

Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 13.50 WITA.

Meskipun demikian, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada sistem pembangkit listrik cadangan dapat menimbulkan dampak serius bagi operasional dan keselamatan fasilitas kerja.

Mengapa Pengoperasian Genset Bisa Memicu Kebakaran?

Genset membantu perusahaan, gedung, rumah sakit, dan fasilitas umum menjaga pasokan listrik ketika sumber listrik utama terputus. Namun, penggunaan peralatan ini juga menghadirkan sejumlah potensi bahaya.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan saat mengoperasikan genset.

1. Korsleting pada Instalasi dan Sistem Kelistrikan

Gangguan pada kabel, sambungan listrik, panel kontrol, maupun sistem perpindahan sumber listrik dapat memicu hubungan arus pendek.

Selain itu, instalasi yang tidak sesuai spesifikasi dan komponen yang mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko panas berlebih hingga kebakaran.

Oleh karena itu, operator harus memastikan kondisi instalasi dan sistem kelistrikan tetap aman sebelum mengoperasikan genset.

2. Kebocoran Bahan Bakar

Genset diesel maupun bensin menggunakan bahan bakar yang mudah terbakar. Kebocoran pada tangki, selang, atau sambungan bahan bakar dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika bahan bakar bersentuhan dengan permukaan panas.

Operator perlu memeriksa kondisi tangki, saluran bahan bakar, dan area sekitar mesin secara berkala.

3. Suhu Mesin Terlalu Tinggi

Pengoperasian genset dalam waktu lama tanpa sistem pendinginan yang memadai dapat meningkatkan suhu mesin.

Kondisi tersebut berpotensi merusak komponen dan meningkatkan risiko kebakaran apabila operator mengabaikan tanda-tanda panas berlebih.

Karena itu, operator harus memantau temperatur mesin dan memastikan sistem pendingin bekerja sesuai ketentuan pabrikan.

4. Ventilasi Ruangan Tidak Memadai

Genset menghasilkan gas buang yang mengandung karbon monoksida (CO). Gas ini sangat berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau.

Pengoperasian genset di ruangan tertutup atau dengan ventilasi buruk dapat menyebabkan penumpukan gas beracun. Akibatnya, pekerja berisiko mengalami keracunan hingga kehilangan nyawa.

Untuk mencegah kondisi tersebut, perusahaan harus menyediakan area pengoperasian dengan ventilasi dan pembuangan gas buang yang memadai.

5 Tugas Operator Genset untuk Mencegah Kecelakaan Kerja

Operator genset tidak hanya bertugas menyalakan dan mematikan mesin. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses pengoperasian berlangsung aman.

Berikut lima tanggung jawab penting operator genset dalam penerapan K3.

1. Melakukan Pemeriksaan Sebelum Mengoperasikan Genset

Sebelum menyalakan mesin, operator harus memeriksa kondisi fisik genset, bahan bakar, oli, sistem pendingin, baterai, kabel, serta panel kontrol.

Pemeriksaan ini membantu operator menemukan potensi kerusakan sebelum mesin bekerja.

2. Memahami Prosedur Start dan Stop Genset

Operator harus mengikuti prosedur pengoperasian sesuai instruksi pabrikan dan SOP perusahaan.

Selain itu, operator perlu memahami cara mengoperasikan sistem Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Mains Failure (AMF) apabila fasilitas menggunakan sistem tersebut.

Pemahaman ini membantu operator mengelola perpindahan sumber listrik dengan aman ketika listrik utama padam maupun kembali normal.

3. Memantau Kondisi Mesin Selama Beroperasi

Selama genset bekerja, operator harus memantau indikator temperatur, tekanan oli, tegangan, frekuensi, arus, dan kondisi mesin.

Jika menemukan suara tidak normal, getaran berlebihan, kebocoran, atau indikator peringatan, operator harus segera mengambil tindakan sesuai prosedur.

4. Melakukan Perawatan dan Pemeriksaan Berkala

Operator harus menjalankan pemeriksaan rutin dan melaporkan kerusakan kepada petugas pemeliharaan atau teknisi yang berwenang.

Perusahaan juga perlu menerapkan preventive maintenance agar komponen genset tetap bekerja sesuai standar operasional.

5. Memahami Prosedur Keadaan Darurat

Operator harus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika genset mengalami gangguan, mengeluarkan asap berlebihan, mengalami kebocoran bahan bakar, atau menunjukkan tanda-tanda kebakaran.

Operator juga harus memahami penggunaan APAR yang sesuai, prosedur penghentian mesin dalam kondisi darurat, serta jalur evakuasi di area kerja.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Operator Genset yang Kompeten?

Perusahaan yang menggunakan genset perlu memastikan bahwa personel yang bertanggung jawab atas pengoperasiannya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Operator yang kompeten dapat mengenali potensi bahaya, menjalankan prosedur kerja dengan benar, serta mengambil tindakan awal ketika mesin mengalami gangguan.

Sebaliknya, kurangnya pemahaman mengenai sistem kelistrikan, perawatan mesin, dan prosedur darurat dapat meningkatkan risiko kesalahan pengoperasian.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu memberikan pembekalan melalui Pelatihan Operator Genset agar pekerja memahami aspek teknis pengoperasian sekaligus penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pelatihan ini juga membantu perusahaan membangun budaya kerja yang lebih aman, meningkatkan keandalan peralatan, serta mengurangi potensi kecelakaan akibat kesalahan manusia.

Ikuti Pelatihan Operator Genset Bersama PT Safe Tra Indonesia

Insiden kebakaran di Puskesmas Ballaparang menjadi pengingat bahwa keselamatan pengoperasian genset tidak boleh dianggap sepele.

Setiap perusahaan perlu memastikan operator memahami karakteristik mesin, prosedur pengoperasian, pemeriksaan rutin, perawatan, serta penanganan kondisi darurat.

PT Safe Tra Indonesia hadir sebagai lembaga penyedia jasa K3 yang menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Melalui program Pelatihan Operator Genset, peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai pengoperasian mesin, pemeriksaan peralatan, pemeliharaan, dan penerapan K3 di lingkungan kerja.

Didukung instruktur berpengalaman, fasilitas pelatihan, serta pembelajaran yang kondusif, Safe Tra berkomitmen membantu perusahaan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan mengutamakan keselamatan.

Jangan menunggu kecelakaan terjadi untuk meningkatkan kompetensi pekerja!

📞 Konsultasi & Pendaftaran Pelatihan | Biaya Pelatihan Operator Genset

Ingin mengetahui biaya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?
Hubungi tim PT Safe Tra Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, jadwal pelatihan, dan juga konsultasi GRATIS.

👉 Daftarkan perusahaan Anda hari ini dan ciptakan lingkungan kerja yang lebih aman!

Pendaftaran Personal 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Pendaftaran Perusahaan 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Informasi Jadwal Pelatihan 👉 5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2


INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :

Contact person

(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)

0818-8532-4943 (Marketing)

0813-8425-3270 (Alternatif)

Sosial Media ⇓

Website     : www.safetra.co.id

Youtube     : Safetra Indonesia

Instagram : PT Safetra Indonesia

Facebook  : PT Safetra Indonesia

Tiktok        : Safetra Indonesia

Twitter      : Media.Safetra

Leave a Comment