Ojol Korbannya: Ketika Blind Spot Menjadi Pembunuh Senyap
Hallo Sobat Safetra!
Blind spot. Sebuah istilah yang sering terdengar dalam pelatihan mengemudi, namun kerap terabaikan dalam praktik sehari-hari. Pada saat jalanan yang penuh dinamika, terutama pada kota-kota besar seperti Jakarta, blind spot telah berubah dari sekadar area tak terlihat menjadi pembunuh senyap—mengintai para pengendara rentan seperti pengemudi ojek online (ojol).
Kecelakaan yang menewaskan seorang driver ojol baru-baru ini dalam situasi unjuk rasa, terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, menyadarkan kita akan bahaya yang nyata: nyawa bisa hilang hanya karena tidak terlihat. Insiden ini terjadi saat kerumunan pecah pada kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir. Kecelakaan yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, menjadi sorotan publik. Ia terlindas oleh kendaraan Brimob saat terjadi pembubaran unjuk rasa di Jakarta. Saksi mata menyebut korban terpeleset saat mencoba keluar dari kerumunan, namun sayangnya berada tepat di zona blind spot rantis yang melaju. Nyawanya tak bisa diselamatkan.
Dalam Kutipan Kompas Tv Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, serta memerintahkan Divisi Propam untuk menyelidiki insiden ini secara internal. Meski kasus ini lebih kepada kekerasan aparat dalam manuver kendaraan, blind spot tetap menjadi ancaman nyata—seperti saat motor nyaris terlindas truk trailer di Bogor, hanya beruntung diselamatkan oleh rekan pengendara. Kecelakaan dan fatalitas terjadi karena area tak terlihat ini, khususnya di kendaraan berat yang ruang pandangnya terbatas. Pemahaman dan kesadaran blind spot bagi semua pihak—apalagi dalam situasi krisis seperti demo—adalah kunci keselamatan bersama.
Insiden meninggalnya Affan Kurniawan bukanlah sekadar kecelakaan lalu lintas, tetapi cermin kegagalan pelindung keselamatan warga sipil—yang mana blind spot tak hanya soal kendaraan, tapi juga soal kepekaan institusi dan profesionalisme aparat keamanan. Tindakan tegas, transparansi, serta reformasi tata cara penanganan massa menjadi panggilan agar tragedi seperti ini tidak lagi terulang.
Blind Spot: Bahaya yang Nyata Tapi Tak Terlihat
Blind spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak bisa terlihat langsung oleh pengemudi, meskipun sudah menggunakan kaca spion. Pada kendaraan besar seperti truk, bus, atau rantis, area blind spot mencakup:
-
Bagian depan tepat di bawah kaca depan
-
Sisi kanan dan kiri sejajar dengan kabin
-
Belakang kendaraan yang tidak terjangkau spion
Bagi pengendara motor, khususnya ojol yang sering bermanuver cepat di tengah kemacetan, posisi mereka sering kali masuk ke zona ini—dan itulah yang membuat mereka sangat rentan. Blind spot memang tak terlihat, tapi dampaknya bisa sangat nyata—terlebih saat pengendara seperti ojol menjadi korbannya. Edukasi, kesadaran, dan tindakan nyata harus menjadi bagian dari sistem transportasi kita. Karena di jalan raya, kelalaian sekecil apa pun bisa berarti kehilangan yang tak tergantikan.
Yuk ketahui lebih banyak terkait dengan Berkendara aman dan nyaman! Cari tahu langsung bagaimana proses pengetahuan dan pelatihan langsungnya hanya di Safetra Indonesia!!
Informasi Pelatihan dan Konsultasi :
(021) 2762 – 3629
(021) 3529 – 6760
Marketing Safetra Indonesia
0818 – 0532 – 4943
0813 – 8425 – 3270
Sosial Media ⇓
Website : www.safetra.co.id
Youtube : Safetra Indonesia
Instagram : PT Safetra Indonesia
Facebook : PT Safetra Indonesia
Tiktok : Safetra Indonesia
Twitter : Media.Safetra


