Pengecekan APAR di Bandara Menemukan Masalah yang Perlu Diwaspadai

Pengecekan APAR menjadi langkah penting untuk menjaga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Namun, perusahaan tidak cukup hanya menyediakan alat pemadam api ringan di tempat kerja. Mereka juga harus memastikan setiap APAR berfungsi dengan baik saat keadaan darurat terjadi.

Pada 15 September 2026, Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) UPBU Cakrabhuwana Cirebon melaksanakan pemeriksaan APAR. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan beberapa tabung dengan tekanan atau isi yang kurang. Temuan ini mendorong perlunya tindak lanjut melalui pemeliharaan yang sesuai.

Baca berita selengkapnya di situs resmi Kementerian Perhubungan.

Temuan tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan, pengelola gedung, dan tim K3. Mereka perlu memeriksa kondisi APAR secara berkala agar alat tersebut siap mendukung upaya pemadaman awal.

Mengapa Perusahaan Harus Melakukan Pengecekan APAR Secara Berkala?

APAR membantu petugas menangani kebakaran pada tahap awal ketika kondisi masih aman untuk melakukan pemadaman. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan setiap alat memenuhi persyaratan penggunaan dan pemeliharaan.

Sayangnya, beberapa masalah APAR tidak selalu terlihat dari luar. Tekanan yang tidak sesuai, isi tabung yang berkurang, atau kerusakan komponen dapat menghambat proses pemadaman.

Berikut empat alasan penting untuk melakukan pengecekan APAR secara rutin.

1. Periksa Tekanan APAR Secara Rutin

Petugas perlu memeriksa indikator tekanan pada APAR yang menggunakan manometer. Indikator tersebut membantu petugas mengetahui apakah tekanan berada dalam rentang yang ditentukan oleh produsen.

Jika jarum menunjukkan tekanan di luar rentang normal, petugas harus mencatat temuan tersebut dan mengambil tindakan sesuai prosedur. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi risiko kegagalan alat ketika kebakaran terjadi.

2. Periksa Isi dan Kondisi Fisik Tabung

Selain tekanan, petugas harus memeriksa kondisi fisik dan isi APAR. Mereka perlu memastikan tabung tidak mengalami korosi berat, penyok yang membahayakan, atau kebocoran.

Selanjutnya, petugas perlu memeriksa pin pengaman, segel, selang, nozzle, dan label petunjuk penggunaan. Mereka juga harus memeriksa tanggal inspeksi serta catatan pemeliharaan.

Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan menemukan kerusakan lebih awal. Jika petugas menemukan masalah, mereka harus melaporkannya agar pihak yang kompeten dapat melakukan perbaikan atau pengisian ulang sesuai kebutuhan.

3. Pastikan APAR Mudah Dijangkau

Petugas mungkin kesulitan menggunakan APAR jika perusahaan menempatkannya di lokasi yang tertutup atau terhalang barang. Karena itu, pengelola gedung harus memastikan setiap APAR mudah terlihat dan dijangkau.

Selain itu, perusahaan perlu menjaga area di sekitar APAR tetap bebas dari penghalang. Langkah ini membantu pekerja menemukan alat dengan cepat ketika menghadapi kebakaran.

4. Cegah Hambatan Saat Pemadaman Awal

Kebakaran dapat menyebar dengan cepat jika petugas tidak segera menanganinya. Apabila APAR gagal berfungsi, pekerja dapat kehilangan kesempatan untuk melakukan pemadaman awal secara aman.

Oleh sebab itu, perusahaan harus memasukkan pengecekan APAR ke dalam program keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Jangan sampai perusahaan baru memeriksa alat setelah kebakaran terjadi.

Apa Saja yang Harus Diperiksa Saat Melakukan Pengecekan APAR?

Agar pemeriksaan berjalan lebih terarah, petugas dapat menggunakan daftar berikut sebagai panduan awal.

  • Tekanan tabung: Periksa indikator tekanan sesuai spesifikasi APAR.
  • Kondisi fisik: Periksa tabung untuk menemukan korosi, penyok, atau kerusakan.
  • Isi APAR: Pastikan isi sesuai dengan jenis alat dan lakukan pemeriksaan berat jika diperlukan.
  • Selang dan nozzle: Periksa apakah komponen mengalami keretakan, kerusakan, atau penyumbatan.
  • Pin dan segel pengaman: Pastikan komponen tersedia dan berada dalam kondisi baik.
  • Label petunjuk: Pastikan pekerja dapat membaca petunjuk penggunaan dengan jelas.
  • Lokasi penempatan: Pastikan APAR mudah terlihat dan tidak terhalang barang.
  • Catatan pemeriksaan: Catat hasil inspeksi dan tindak lanjut untuk setiap temuan.

Namun, petugas harus menyesuaikan pemeriksaan dengan jenis APAR, petunjuk produsen, dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga tidak boleh membuka, memperbaiki, atau mengisi ulang tabung bertekanan tanpa kompetensi dan peralatan yang sesuai.

Siapa yang Harus Melakukan Pengecekan APAR di Perusahaan?

Perusahaan perlu menunjuk personel yang memahami prosedur pemeriksaan APAR. Tim K3 dan petugas keselamatan kebakaran dapat membantu menjalankan pemeriksaan rutin sesuai tugas, kewenangan, dan kompetensinya.

Sementara itu, perusahaan harus menunjuk pihak yang kompeten untuk menangani pemeliharaan teknis atau pengisian ulang apabila APAR membutuhkan tindakan tersebut.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas harus mencatat setiap temuan. Catatan ini membantu perusahaan memantau kondisi peralatan, menentukan kebutuhan pemeliharaan, dan memastikan petugas menyelesaikan tindak lanjut.

Dengan cara tersebut, perusahaan dapat mengelola kondisi APAR secara lebih teratur. Tim K3 juga dapat menggunakan hasil pemeriksaan untuk mengevaluasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Pengecekan APAR Mendukung Penerapan K3 Kebakaran

Temuan di Bandara Cakrabhuwana mengingatkan perusahaan bahwa ketersediaan APAR saja tidak cukup. Perusahaan juga harus memastikan alat pemadam memiliki kondisi yang layak dan siap digunakan sesuai fungsinya.

Karena itu, perusahaan perlu menjadwalkan pemeriksaan berkala, mencatat hasil inspeksi, dan menindaklanjuti setiap ketidaksesuaian. Selain itu, perusahaan harus memastikan pekerja memahami prosedur keselamatan kebakaran.

Perusahaan dapat merujuk pada Permenakertrans No. PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan sebagai salah satu dasar pengelolaan APAR di tempat kerja.

Pada akhirnya, pemeriksaan yang konsisten membantu perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko gangguan saat menghadapi keadaan darurat.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran Bersama Safe Tra Indonesia

Perusahaan membutuhkan peralatan yang layak dan personel yang memahami prosedur keselamatan untuk menghadapi risiko kebakaran. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memperhatikan perawatan APAR, edukasi penggunaan alat pemadam, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Safe Tra Indonesia menyediakan layanan pelatihan K3 yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk pelatihan terkait keselamatan kebakaran.

Ingin meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran di tempat kerja? Hubungi tim Safe Tra Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan pelatihan K3 perusahaan Anda.

📞 Konsultasi & Pendaftaran Pelatihan | Biaya Pelatihan Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Ingin mengetahui biaya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?
Hubungi tim PT Safe Tra Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, jadwal pelatihan, dan juga konsultasi GRATIS.

👉 Daftarkan perusahaan Anda hari ini dan ciptakan lingkungan kerja yang lebih aman!

Pendaftaran Personal 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Pendaftaran Perusahaan 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Informasi Jadwal Pelatihan 👉 5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2


INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :

Contact person

(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)

0818-8532-4943 (Marketing)

0813-8425-3270 (Alternatif)

Sosial Media ⇓

Website     : www.safetra.co.id

Youtube     : Safetra Indonesia

Instagram : PT Safetra Indonesia

Facebook  : PT Safetra Indonesia

Tiktok        : Safetra Indonesia

Twitter      : Media.Safetra

Leave a Comment