Waspadai Penyakit Ini Pasca Banjir
Bagaimana kabarnya sobat safetra? bulan-bulan Desember begini potensi bajir lagi tinggi ya.
Kali ini mimin mau berbagi info untuk meningkatkan kewaspadaan diri pada sobat safetra yang lokasi rumah, kerja atau sekitar sehari-hari pasca banjir.
Mungkin sobat pernah mendengar jika pasca banjir banyak penyakit menular yang dapat menjangkiti pekerja atau masyarakat mulai dari yang ringan sampai berat. Kondisi ini tidak lain masalah hygiene personal dan masyarakat bahkan pada lingkup industri. Contoh penyakit yang sering terjadi pada daerah pasca banjir adalah leptospirosis, jamur kulit, diare, demam tifoid dan lainnya.
Kondisi pasca banjir, kelompok yang terdampak akan sibuk untuk proses pemulihan kondisi sekitar yang rusak dan perbaikan. Kondisi lainnya mereka keterbatasan akses air bersih, makanan yang layak dan cukup dan ada beberapa yang mengalami cidera. Hal seperti ini perlu diwaspadai agar tidak manjadi kasus baru terkait penyakit menular seperti leptospirosi yang ditularkan melalui tikus. Leptospirosis ini penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang berdampak pada manusia dan hewan. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp ini terjadi di negara-negara tropis dan subtropis.
Gejala
Penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius terutama gagal ginjal, perdarahan, dan inflamasi pada otot jantung. Anak-anak rentan terhadap penyakit ini, terutama kasus-kasus serius. Gejala awal berkembang selama 3-7 hari mencakup demam tinggi, nyeri kepala berat, menggigil, nyeri perut, nyeri menelan, batuk kering, fotofobia, kemerahan konjungtiva (kemosis konjungtiva), mual, muntah, diare, dan bercak kemerahan pada kulit yang tidak gatal. Setelah melalui fase ini, penderita tampak sembuh dalam periode tertentu kemudian akan memburuk ke fase lanjut yang berat dan parah.
Fase lanjutan penyakit ini disebut fase ikterik atau penyakit Weil’s ditandai dengan kuning, batuk dengan atau tanpa darah, manifestasi perdarahan seperti perdarahan gusi, melena (buang air besar berdarah), epistaksis/ mimisan, dan hematokesia, oligouria, anuria, sesak napas, ruam kulit dan kegagalan fungsi organ multipel. Gagal ginjal, gagal hati serta meningitis dapat terjadi pada penderita.
Pencegahan
Bagi sobat untuk melakukan pencegahannya dengan mamakai sepatu boots atau APD untuk mengurangi kontaminasi langsung pada air yang telah terkontaminasi bacteri leptospira, sp, jaga kebersihan personal setelah melakukan aktivitas di luar, mengurangi populasi tikus atau hewan yang bisa menjadi vektor bakteri ini, memastikan pekerja memiliki pemahaman yang benar terkait penyakit ini dan penyakit lainnya yang bisa terdampak pada masyarakat atau pekerja.
Jangka Panjang
Indonesia atau tempat kita sekarang tinggal dan bekerja memiliki potensi banjir yang besar, maka perlu upaya dalam pencegahan agar tidak terjadi penyakit bahkan wabah penyakit menular. Maka perlu upaya preventive dengan meningkatkan pengetahuan terkait bahaya dan risiko serta upaya mitigasi bencana sehingga bisa mengurangi dampak. Sobat safetra bisa loh mengikuti pelatihan yang berkait dengan hal ini seperti Pelatihan sistem emergency, HRA, Ahli Muda Hygiene Industri (HIMU) dan lainnya. Jadi jika mau bertanya lebih lanjut, bisa hubungi mimin di bawah ini ya…
INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :
Contact person
(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)
0818-8532-4943 (Marketing)
0813-8425-3270 (Alternatif)
Sosial Media ⇓
Website : www.safetra.co.id
Youtube : Safetra Indonesia
Instagram : PT Safetra Indonesia
Facebook : PT Safetra Indonesia
Tiktok : Safetra Indonesia
Twitter : Media.Safetra


